Sabtu, 28 Juli 2012

Teman atau Lawan ??

Terkadang bisa menjadi dilema untuk kita semua, ketika seorang yang kita anggap sebagai teman malah menusuk dari belakang. Seketika itu otak menjadi kebingungan melihat kenyataan yang ada. Banyak pertanyaan yang muncul setelah kejadian itu, dan traumatik pun menjadi tidak terhindarkan. Bagaimana sih sebenarnya pengertian teman, sahabat ataupun musuh itu sendiri?
Dan sempat terbesit juga, apa sih pengertian teman sejati itu? sahabat sejati? partner sejati? pacar? dan apakah yang disebut musuh juga akan selalu merugikan?


Yang pasti, hidup tidak bisa sendirian........... akan selalu ada yang mendampingi, baik itu teman, sahabat, partner kerja, saudara, dll. Namun di sisi lain, Tuhan juga memberikan kita orang yang memang akan jadi musuh. Kenapa harus ada musuh? dan kenapa terkadang musuh itu sendiri baru memunculkan wajah aslinya setelah kita memberikan mereka harga yang sangat mahal ( "sungguh sangat mengecewakan ketika hal ini terjadi" ). Dan apa harga yang sangat mahal itu? yaitu KEPERCAYAAN terhadap mereka, sebuah harga tertinggi yang tidak tertandingi dengan apapun.


Setelah banyak dibuat kecewa dan mungkin lebih sering mengecewakan ( he.. he.. who knows... ), dengan bermacam-macam teman yang memiliki latar belakang berbeda-beda, baru terbentuklah apa dan bagaimana sebenarnya betuk pola dan watak mereka.
Melakukan pencarian, hingga menemukan yang tepat, bukanlah perjalanan yang mudah dan sebentar.
Apalagi mencari pasangan hidup,
Pasangan Hidup adalah teman sejati, sahabat sejati dan partner sejati kita dalam mengarungi hidup.
That's why they are so special.
Apa yang dipikirkan, dikerjakan, dan dirasakan dalam hati adalah memiliki satu titik yang sama, atau biasa disebut camistri. Senang duka dijalani bersama, hidup pas-pasan pun mereka masih bisa bercanda tawa. Sungguh indah kehidupan ini jika dijalani dengan orang yang tepat.
Namun apa jadinya ketika kita hidup diantara orang-orang yang tidak tepat?


Tempat senyaman apapun, harta sebanyak apapun, waktu luang sebarapa lamapun, tidak akan pernah tercatat menjadi momen yang indah dalam hidup. Surgapun akan berubah jadi neraka.
Musuh kita sebenarnya pada zaman ini tidaklah seperti zaman kerajaan, yang menggunakan pedang dan perisai. Tapi tujuan hidup dan prinsip yang bertentangan adalah musuh sebenarnya. Dan itu bisa terjadi antara kita dan orang-orang yang disekitar kita, bahkan bisa terjadi di dalam diri kita sendiri.
  1. Pertama, jika ini terjadi antara kita dan orang-orang sekitar kita.
    Hal ini yang seringkali terlihat jelas, adanya saling menjatuhkan antara karyawan dalam satu perusahaan, pertengkaraan suami istri yang berujung perceraian, pertikaian antara anggota organisasi yang akhirnya timbul perpecahan, dan masih banyak contoh lainnya.
  2. Kedua, jika ini terjadi di dalam diri kita sendiri.
    Ini lebih bahaya dari yang pertama, kenapa? karena kita akan jatuh bukan karena orang lain, tapi kita akan jatuh karena diri kita sendiri. Memiliki tujuan hidup dan prinsip yang bertentangan dalam diri kita sendiri adalah sebuah kesalahan yang serius. Dampak yang ditimbulkannya, kita bisa disebut orang yang tidak konsisten, orang dengan tingkah aneh, orang yang tidak bisa dipercaya, munafik, mempunyai multi kepribadian, egois, orang yang sulit dimengerti, dsb. Poinnya bahwa, karakter kita tidak akan pernah bisa muncul, dan yang terekspose nantinya hanya dampak kekacauannya saja.
Jadi, dimanakah teman ataupun lawan berada? jauh atau dekatkah mereka? burukkah rupa mereka?
Kita mungkin tidak akan pernah tau jawabannya, karena apa yang ada di dalam hati seringkali tidak tercermin seutuhnya secara fisik.