Kamis, 05 Mei 2011

Kerja adalah kehormatan


Seorang eksekutif muda sedang beristirahat siang di sebuah kafe terbuka.Sambil sibuk mengetik di laptopnya, saat itu seorang gadis kecil yang membawa beberapa tangkai bunga menghampirinya.  "Om beli bunga Om?.""Tidak Dik, saya tidak butuh," ujar eksekutif muda itu tetap sibuk dengan laptopnya. "Satu saja Om, kan bunganya bisa untuk kekasih atau istri Om," rayu si gadis kecil,setengah kesal dengan nada tinggi karena merasa terganggu keasikannya si pemuda berkata, "Adik kecil tidak melihat Om sedang sibuk? Kapan-kapan ya kalo Om butuh Om akan beli bunga dari kamu."Mendengar ucapan si pemuda, gadis kecil itu pun kemudian beralih ke orang-orang yang lalu lalang di sekitar kafe itu.Setelah menyelesaikan istirahat siangnya, si pemuda segera beranjak dari kafe itu. Saat berjalan keluar ia berjumpa lagi dengan si gadis kecil penjual bunga yang kembali mendekatinya."Sudah selesai kerja Om, sekarang beli bunga ini dong Om, murah kok satu tangkai saja." Bercampur antara jengkel dan kasihan si pemuda mengeluarkan sejumlah uang dari sakunya.  "Ini uang 2000 rupiah buat kamu.Om tidak mau bunganya, anggap saja ini sedekah untuk kamu," ujar si pemuda sambil mengangsurkan uangnya kepada si gadis kecil. Uang itu diambilnya, tetapi bukan untuk disimpan, melainkan ia berikan kepada pengemis tua yang kebetulan lewat di sekitar sana.Pemuda itu keheranan dan sedikit tersinggung."Kenapa uang tadi tidak kamu ambil, malah kamu berikan kepada pengemis?" Dengan keluguannya si gadis kecil menjawab, "Maaf Om, saya sudah berjanji dengan ibu saya bahwa saya harus menjual bunga-bunga ini dan bukan mendapatkan uang dari meminta-minta. Ibu saya selalu berpesan walaupun tidak punya uang kita tidak bolah menjadi pengemis."Pemuda itu tertegun, betapa ia mendapatkan pelajaran yang sangat berharga dari seorang anak kecil bahwa kerja adalah sebuah kehormatan, meski hasil tidak seberapa tetapi keringat yang menetes dari hasil kerja keras adalah sebuah kebanggaan. Si pemuda itu pun akhirnya mengeluarkan dompetnya dan membeli semua bunga-bunga itu, bukan karena kasihan, tapi karena semangat kerja dan keyakinan si anak kecil yang
memberinya pelajaran berharga hari itu. Tidak jarang kita menghargai pekerjaan sebatas pada uang atau upah yang diterima. Kerja akan bernilai lebih jika itu menjadi kebanggaan bagi kita. Sekecil apapun peran dalam sebuah pekerjaan, jika kita kerjakan dengan sungguh-sungguh akan memberi nilai kepada manusia itu sendiri. Dengan begitu, setiap tetes keringat yang mengucur akan menjadi sebuah kehormatan yang pantas kita perjuangan

Cerita ini saya ambil dari sumber inspirasi andrie wongso, karena bagi saya cerita ini sangat menarik untuk dbaca.mungkin setelah membaca ini kita bisa mengambil hikmahnya, bagaimanapun pekerjaan  itu kita harus  hargai dan jangan memandang remeh pekerjaan orang lain.

Mengatasi anak susah makan

Para kaum ibu kadang-kadang sangat khawatir saat anak mereka tidak mau makan.padahal makanan sangatlah penting bagi pertumbuhan mereka.Balita Anda susah makan? Jangan emosi. Berpikirlah dengan tenang dan aturlah strategi. Berikut dr Soeroyo Machfudz SpA(K) MPH dari Yogyakarta memberikan beberapa kiat yang bisa dimanfaatkan:


1. Bagi ibu yang bekerja, luangkan waktu sebentar saja tetapi berkualitas untuk menyuapi anaknya. Sebab, sebenarnya anak-anak sangat mengerti bila ibunya bekerja.

2. Berikanlah kepuasan psikis kepada anak yang sesuai dengan usianya, dan buatlah agar suasana hatinya senang, misalnya anak makan sambil jalan-jalan, melihat kereta api, dan lain-lain. Problem utama anak susah makan itu 6 bulan sampai 2 tahun. Asal usia itu terlewati dengan bagus, Insya Allah ke depannya tidak ada masalah.

3. Pada saat orang tua baik ibu maupun ayahnya pulang kerja, pertama kali yang harus dipegang atau disapa adalah anaknya. Jangan yang lain.

4. Jangan memaksa anak makan sampai mencekoki, mencubit atau bahkan memelototi. Bagaimana bila anak tidak mau sayur, tahu-tempe, dan makanan bergizi lainnya? Soeroyo menyarankan sebaiknya anak ‘dilaparkan’ dulu. Tetapi, kita siapkan makanan yang sudah kita programkan, nanti berangsur-angsur dia akan mau, tetapi memang perlu telaten, disiplin.

5. Sebaiknya sedini mungkin kita menerapkan penghargaan dan hukuman yang edukatif. Misalnya, pada waktu anak mau makan dipuji, diajak jalan-jalan, ciuman, pelukan. Bila tidak mau makan, katakan, misalnya, ibu atau ayah tidak mau lihat televisi bersama-sama, tidak mau jalan-jalan lagi.

6. Pada anak berusia setelah empat bulan-enam bulan, baik diberi bubur instan asalkan anak tak alergi susu. Setelah anak berusia enam bulan, lebih bagus membuat bubur sendiri, karena ada macam-macam pilihan sayuran dan lauk-pauk yang bisa mengurangi kejenuhan rasa. Misalnya, hati dengan bayam, kemudian wortel dengan tempe, kangkung dengan tahu, dan sebagainya. Namun, bila dengan makanan tersebut anak mengalami diare atau muntah maka menu harus dievaluasi.

7. Pada saat bayi mengalami perubahan makanan seperti enam bulan, sembilan bulan satu tahun, dia akan merasa-rasakan karena rasanya aneh sehingga kadang dimain-mainkan seperti dimuntahkan, ini harus dimasukkan lagi. Prinsipnya bila makanan tersebut dimuntahkan, harus sedikit-sedikit dan makanannya harus lebih cair lagi.

8. Pada kasus anak yang mengalami gangguan psikis yang manifestasinya pada lambung dengan muntah bisa teratasi kira-kira setelah tiga tahun. Tetapi, kasus seperti itu jarang dan tidak menjadi masalah asal kebutuhan gizi, kalori, lemak, proteinnya tercukupi.

Selasa, 03 Mei 2011

Kebiasaan berbohong

Dalam hubungan percintaan, baik pacaran maupun perkawinan, keterbukaan merupakan salah satu syarat agar pasangan dapat benar benar memiliki hubungan istimewa yang membahagiakan. Nyatanya banyak pasangan yang tidak berhasil mencapai komunikasi yang terbuka. Tentu saja hal mi berarti mereka tidak benar-benar mencapai kualitas hubungan yang semestinya dicapai.
Salah satu bentuk ketertutupan yang senang dianggap sebagai kebenaran adalah ketertutupan dalam hal keuangan. Mengapa? Karena hal ini sering dianggap sebagai privasi (privacy) oleh mereka yang merasa perlu melindungi hak-haknya sendiri.
Namun, bukan hanya soal keuangan, sebagian orang lainnya juga menutup diri dalam kelemahan kelemahan pribadi, yang bila diungkapkan dianggap dapat mengurangi harga diri. Kebutuhan untuk melindungi harga diri kadang-kadang juga dikemas dalam penghayatan sebagal privasi.
Sebagian orang lainnya menyembunyikan suatu fakta kepada pasangannya untuk menghindari sikap negatif (marah, cemburu) atau kemungkinan penolakan dan pasangan. Hal ini banyak terjadi, terutama dalam kasus-kasus perselingkuhan atau tindakan tindakan amoral. Sebagian lainnya karena kurang percaya atau memiliki
prasangka tertentu terhadap pasangannya.
Apa pun alasannya, kebutuhan untuk menutupi fakta seringkali tidak cukup dilakukan hanya dengan tidak mengungkapkan fakta tertentu, melainkan juga dengan ungkapan ungkapan yang tidak jujur.
Menciptakan Jarak
Selain menciptakan jarak, ketidakjujuran juga sangat berpotensi melukai hati pasangan. Tentu saja akibatnya dapat membahayakan hubungan, bila ketidakjujuran itu menyangkut hal-hal prinsip dalam hubungan.
Begitu banyak kasus ketidakjujuran kepada pasangan dengan berbagai kemungkinan penyebab yang sangat individual. Bila hal ini terjadi dalam relasi kita dengan pasangan, jangan sampai membuat kita menjadi sibuk menunjuk kesalahan pihak lain.
Yang diperlukan adalah usaha untuk menyadari berbagai kemungkinan penyebabnya. Langkah selanjutnya adalah menindaklanjuti dengan berusaha mengatasi penyebabnya, sampai berkembang kemauan atau keberanian untuk saling terbuka. Berikut ini adalah beberapa kemungkinan penyebab ketidakjujuran dalam relasi perkawinan:

1. Privasi
Privasi dapat diartikan sebagai kebebasan dan pengamatan/ pengawasan dan gangguan atau campur tangan yang tidak diinginkan atas kehidupan pribadi. Tentu saja ini merupakan hal yang penting dalam kehidupan sehati-hari kita bersama orang lain. Privasi yang bagaimana yang kita perlukan? Berbeda-beda tergantung siapa orang lain yang ada di sekitar kita. Privasi mencerminkan adanya batas antara kita dengan orang lain. Bila hubungan semakin erat, kebutuhan akan privasi semakin menipis (berkurang). Sementara hubungan dengan pasangan semestinya merupakan hubungan yang paling erat dibanding hubungan-hubungan lainnya.
Dalam perkawinan, semestinya pasangan dapat mencapai persatuan pribadi secara total, tanpa meniadakan ciri khas pribadi masing-masing. Seluruh pengalaman pribadi seharusnya menjadi bagian di dalam relasi kita dengan pasangan, yang sekaligus semestinya juga merupakan sahabat kita. Penerapan privasi dalam suatu hubungan cinta berarti menciptakan keretakan keakraban. Hal ini menunjukkan adanya suatu rasa kurang percaya dan hormat, dan sering berkaitan dengan perilaku yang tidak memiliki pengaruh positif terhadap hubungan dengan pasangan.
Bila kita menerapkan privasi terhadap pasangan, secara implisit kita telah mengatakan, “Apa yang hendak aku lakukan, atau siapa yang hendak kutemui, atau siapa yang kuperlakukan istimewa, atau apa yang hendak kupercaya atau bagaimana aku akan menggunakan uangku, itulah yang lebih penting bagiku daripada hubunganku dengan pasanganku.”
Mungkin saja kita juga membuat alasan: “Kalau saja Ia tidak seperti itu, pasti aku tidak merasa pertu menuntut privasi ” Bagaimanapun,
sebuah hubungan yang didirikan di atas ketidakjujuran cenderung menjadi tempat berkembangbiaknya ketidakjujuran lain dan masalah yang semakin parah.

2. Konsep Diri Negatif
Idealnya, setelah memasuki kehidupan dewasa, kita dapat semakin berproses menjadi pribadi yang matang dengan membina kehidupan bersama pasangan. Artinya, kita semakin dapat menerima diri sendiri dan pasangan sebagaimana adanya, semakin mampu melepaskan diri dari egosentrisme, semakin mampu mengembangkan kapasitas pribadi, hidup dalam harmoni, serta mencapai kepenuhan pribadi dalam hidup perkawinan.
Salah satu hal yang dapat menghambat kita berkembang seperti itu adalah ketika kita memiliki konsep diri yang negatif. Dalam keadaan kurang mampu menerima diri sendiri sebagaimana adanya, merasa diri tidak berharga, seseorang sulit juga untuk dapat menerima pasangan apa adanya. Mengapa? Karena persepsi kita terhadap pasangan dapat terdistorsi oleh gambaran diri sendiri yang negatif.
Bila kita merasa kurang cukup berarti, apa saja yang dilakukan oleh pasangan dapat kita persepsikan sebagai kekecewaan, kemarahan, kurang sayang, dan sebagainya. Selanjutnya untuk menghindarkan diri dan bayangan respon negatif dani pasangan, kita cenderung menutupi siapa saja yang kita anggap dapat mengecewakan pasangan. Kita cenderung menutupi segala sesuatu yang kita anggap dapat semakin merusak harga diri kita. Dapat dibayangkan bagaimana akibat selanjutnya dalam hubungan yang diwarnai oleh ketidakpencayaan diri seperti itu.
ltulah sebabnya, kemampuan untuk mengenali dan menghargai hal-hal positif di dalam diri sendiri menjadi sangat penting, sama pentingnya dengan kemampuan untuk menerima kekurangan yang ada dalam din sendiri.
Kejernihan dalam menilai diri sendiri maupun onang lain, serta tidak menghakimi diri sendiri dan orang lain, merupakan modalitas yang sangat penting supaya kita dapat selalu terbuka dan mencapai perkembangan hubungan yang sehat dengan pasangan.

3. Rasa takut
Berhadapan dengan orang yang sangat keras, otoriter, dan tidak toleran, dapat membuat seseorang cenderung menghindari reaksi negatif seperti itu. Itulah sebabnya, bila dalam perkawinan salah satu pihak sikapnya cenderung keras, otoniter, apapun alasannya pasangan, kita menghindari munculnya kekerasan dan penolakan, dengan menyembunyikan segala kenyataan yang dapat memicunya.
Di sisi lain, .meskipun pasangan kita bukan orang otoriter, melakukan suatu hal yang salah yang mungkin dapat mengecewakan atau melukai perasaan pasangan, kita juga cenderung menyembunyikan apa yang kita lakukan tersebut agar tidak diketahui pasangan.
Nah, apa pun penyebabnya, situasi penolakan oleh pihak lain dapat mendorong seseorang untuk bersikap tidak jujur. Oleh sebab itu, setalu dipertukan kesabaran dan rasa penghargaan kepada pasangan.
Sikap kompromi, sikap yang tidak bermusuhan, memberikan kesempatan pada pasangan untuk membeni penjelasan, serta suara yang rendah (bukan berteriak-teriak, marah-marah), akan membantu terciptanya komunikasi yang lebih jujur.

4. Kebiasaan
Mereka yang dibesarkan datam Iingkungan keluarga yang senang menggunakan kebohongan dalam interaksi dengan orang lain, akan cenderung mengembangkan kebiasaan berbohong juga. Bila telah menjadi kebiasaan, hal ini cukup sulit untuk dihilangkan. Dalam relasi dengan pasangan, kebiasaan berbohong juga cenderung tetap melekat.
Bila hal ini yang terjadi, dipentukan kesabaran dan dukungan dari pihak pasangan agar kebiasaan berbohong tersebut dapat ditiadakan. Bila perlu hal ini dilakukan dengan bantuan psikolog.
Bila Anda atau pasangan Anda ternyata sulit bersikap jujur, mudah-mudahan sekarang sudah menemukan apa yang menjadi penyebabnya, sehingga dapat lebih mudah pula mengatasinya.
Meskipun tahu ketidakjujuran merupakan sikap dan perilaku yang negatit nyatanya banyak orang sulit menerapkannya, bahkan dalam hubungan cinta.Apa sebabnya? Adakah pengaruh keluarga atau karena pasangan otoriter.

Senin, 02 Mei 2011

Makanan dan olahraga yang baik bagi wanita hamil

Pola makan yang benar dapat membantu meningkatkan kesehatan ibu hamil dan janin. Aktif berolahraga (senam kehamilan, jalan pagi atau sore) selama kehamilan akan membantu seorang wanita hamil merasa lebih mudah melalui masa-masa 9 bulan kehamilannya dan akan membantu melancarkan saat proses persalinan. Contoh beberapa makanan yang sangat bagus dikonsumsi selama masa kehamilan
Ikan Salmon dan Minyak Ikan
Ikan salmon dan minyak ikan sangat kaya akan Omega-3 yang sangat dibutuhkan oleh pertumbuhan otak,mata dan perkembangan penglihatan pada janin, khusunya saat trisemester terakhir masa kehamilan.
Daging Ayam
Daging ayam ato kalkun mengandung banyak protein namun rendah lemak. Protein sangat dibutuhkan untuk tumbuh kembang pada janin dan lemak yang rendah utk menjaga berat tubuh wnita hamil
Yoghurt
Mengandung banyak Kalsium yang diperlukan untuk pertumbuhan tulang pada janin.
Roti Gandum Utuh
Kaya akan serat yang membantu kesehatan wanita hamil, Zinc membantu pembentukan sel-sel baru dan sistem kekebalan tubuh, dan vitamin B.
Daging Merah
Daging sapi atau kambing sangat diperlukan untuk membentuk sel darah merah pada janin dan mencegah anemia atau kekurangan darah wanita hamil.